Pewarna-id.com. Bogor & Palangka Raya – Pewarna Indonesia menggelar Perayaan Paskah Nasional 2025 dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Bertema “Merayakan Kebangkitan dengan Menanam Harapan”, kegiatan ini dipusatkan di Bukit Candali, Kabupaten Bogor, Jumat (25/4), dan didukung oleh Aliansi PEREKAD.
Tidak hanya berlangsung di Bogor, perayaan ini juga dilakukan secara serentak di berbagai daerah, termasuk oleh Pengurus Daerah Pewarna Indonesia Kalimantan Tengah. Mereka melaksanakan penanaman 100 pohon di Jalan Rajawali Ujung Km 8, Kota Palangka Raya.
Ketua PD Pewarna Indonesia Kalimantan Tengah, Frida Magdalena (akrab disapa Ida), menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud iman yang berdampak.
“Kami ingin Paskah menjadi momen yang relevan dengan kehidupan dan masa depan bumi. Tahun ini kami tanam 1000 pohon secara nasional, dan 100 pohon untuk Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Pohon-pohon yang ditanam di Kalteng disuplai oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah melalui Persemaian Modern “Hiu Putih Berkah”.
Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Sekda Kalteng Ir. Leonard S. Ampung, perwakilan Dinas Kehutanan H. Agustan Saining, S.Hut, M.Si, dan berbagai dinas terkait lainnya. Dari Dinas Kehutanan, Kabid Perlindungan dan Konservasi SDA, Fritno, menyampaikan bahwa penanaman pohon ini sangat mendukung program pelestarian alam yang dicanangkan Pemprov Kalteng.
“Peran wartawan bukan hanya melaporkan berita, tetapi juga berkontribusi langsung melalui aksi nyata seperti ini,” tegas Fritno.
Paskah Pewarna Indonesia Kalteng juga didukung oleh sejumlah tokoh gereja, antara lain Pdt. Adrian Sabar, S.Th., M.Th., Pdt. Wanderson (penasehat Pewarna), Pdt. Denny Gerson (CMC Shalom), Pdt. Heri Sabara (GKII), dan Pdt. Ricky Rianoto (JKI). Mereka bersama-sama mengajak masyarakat menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kalteng Berkah, lalu ditutup dengan penanaman pohon.
“Meski sederhana, kegiatan ini membuktikan bahwa Pewarna Indonesia siap bergerak untuk bangsa dan lingkungan,” pungkas Ida.
Penulis: Endharmoko

