BANDUNG – Alpha Hall, GBI Summarecon Kota Bandung menjadi saksi sejarah digelarnya acara bertajuk “Realizing The Legacy” pada Selasa (10/2). Acara ini menghadirkan pesan mendalam dari tiga tokoh rohani senior—Om Timotius Subekti, Pak Iman Santoso, dan Om Julius Ishak—mengenai pentingnya menjaga integritas pelayanan dan kesatuan gereja di akhir zaman.
Menjaga Akhir Pelayanan yang Indah
Om Timotius Subekti membuka sesi dengan peringatan keras mengenai integritas pemimpin rohani. Beliau memaparkan data mengejutkan bahwa 90% pemimpin rohani dunia mengalami “crash landing” atau kegagalan di akhir masa pelayanan mereka, dan hanya 10% yang mampu mencapai “smooth landing”.
Beliau menekankan dua poin utama untuk menghindari kegagalan tersebut:
-
Menjaga Kesatuan: Gereja sering kali hancur karena konflik internal dan sikap saling menyerang.
-
Iman yang Benar: Pelayanan harus fokus pada kemuliaan Tuhan, bukan kemuliaan diri sendiri, dengan meneladani kelemahlembutan dan rendah hati Kristus.
Urgensi Gerakan Doa Mahasiswa dan Pemuda
Sementara itu, Pak Iman Santoso menyoroti pentingnya gerakan doa sebagai panggilan bangsa. Berkaca dari kondisi di Timur Tengah di mana gereja mengalami penyusutan drastis, beliau mendorong adanya kesatuan kuat di kalangan angkatan muda.
“Jika angkatan muda dari gereja tradisional bekerja sama dengan pemimpin kharismatik, hal itu akan menciptakan gerakan yang luar biasa kuat bagi bangsa ini,” ujar Pak Iman.
Membangun ‘Great Revival’, Bukan Sekadar Gereja Lokal
Om Julius Ishak membawa visi tentang Great Revival (Kebangunan Besar). Beliau menegaskan bahwa saat ini bukan lagi waktunya hanya mementingkan pertumbuhan gereja lokal masing-masing secara eksklusif.
Poin-poin penting dari pesan beliau meliputi:
-
Transformasi Fokus: Berpindah dari penekanan gereja lokal menuju kebersamaan antar-gereja.
-
Warna Baru Pekabaran Injil: Penginjilan di akhir zaman harus dilakukan secara kolektif sesuai kehendak Tuhan.
-
Kemuliaan Tuhan: Penyatuan seluruh kekuatan gereja akan memunculkan terobosan yang sebelumnya dianggap mustahil.
Intisari Warisan (Legacy)
Acara ini menyimpulkan bahwa kunci dampak luar biasa yang dihasilkan oleh ketiga tokoh senior ini di usia senja mereka bukanlah pada megahnya program, melainkan pada kesederhanaan, ketulusan, ketaatan, dan kemurnian hati dalam melayani Tuhan.
Warisan ini kini diteruskan kepada generasi penerus untuk memastikan api kegerakan tetap menyala melalui kesatuan tubuh Kristus yang utuh. (rudi)

