Bedah Buku “Injil Maria Magdalena”: Menggali Peran Kritis Maria Magdalena dalam Teologi

April 24, 2025by Elly Elly0

pewarna-id.com, Jakarta– Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI) bersama Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) menggelar acara bedah buku bertajuk Injil Maria Magdalena, Yudas Iskariot dan Kemesiasan Yesus di sekretariat YKI, Matraman, Jakarta Timur.

Acara yang digelar pada Rabu, 23 April 2025, ini membahas buku karya Padmono SK, seorang jurnalis senior dan mantan sekretaris jenderal Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Buku ini mengangkat tema penting tentang peran Maria Magdalena dalam kisah keselamatan melalui lensa teologis yang lebih imajinatif dan kritis.

Padmono SK, penulis buku ini, menjelaskan bahwa walaupun karya ini berbentuk novel, ia melakukan riset mendalam untuk memahami tokoh Maria Magdalena, yang sering dipandang sebelah mata dalam tradisi teologi patriarkal. “Meskipun bersifat imajiner, riset yang saya lakukan berbasiskan tulisan-tulisan teologis dan Alkitab, yang bertujuan mengajak pembaca untuk berpikir kritis tentang Injil,” ungkap Padmono saat membuka bedah bukunya.

Tampil sebagai narasumber dalam acara ini adalah Pendeta Gomar Gultom, mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan Pendeta Silvana Apituley, Komisioner Perlindungan Perempuan Indonesia. Gomar Gultom mengingatkan tentang The Gospel of Mary, Injil gnostik dari abad ke-3 yang menggambarkan peran Maria Magdalena sebagai tokoh utama dalam pemberitaan Yesus. Menurutnya, buku ini berhasil menggambarkan bagaimana pergulatan batin Maria Magdalena, meskipun tidak ada hal baru yang substansial dibandingkan karya-karya sebelumnya tentang topik ini, seperti dalam Jesus Christ Superstar atau The Last Temptation of Christ.

Pendeta Silvana Apituley, di sisi lain, memberikan kritik konstruktif terhadap sampul buku yang menggambarkan Maria Magdalena menunduk, yang menurutnya bertentangan dengan isi buku yang menggambarkan Maria sebagai sosok yang kuat dan mandiri.

“Saya melihat Maria Magdalena sebagai figur yang aktif, bukan sekadar penurut,” ujar Silvana. Meskipun begitu, ia mengapresiasi penulis yang berhasil mengangkat peran Maria Magdalena dalam konteks teologi feminis, yang selama ini jarang dibahas dalam tradisi gereja.

Acara ini juga memberikan kesempatan bagi Robert Sitorus, Sekretaris Umum YKI, untuk memberikan sambutan. Robert menyambut baik acara bedah buku ini sebagai sarana untuk memperkaya pemahaman iman masyarakat tentang Yesus Kristus. “Harapan kami, diskusi seperti ini bisa memperkaya kekayaan iman yang menguatkan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Yusuf Mujiono, Ketua Umum PEWARNA, mengajak agar diskusi tentang buku seperti ini dapat diadakan secara rutin sebagai bagian dari upaya membangun literasi teologi yang lebih dalam, khususnya bagi generasi mendatang.

Dengan diangkatnya tema tentang Maria Magdalena, buku ini diharapkan bisa menjadi pemicu bagi pembaca untuk lebih kritis dalam memahami Injil, serta memberikan perspektif baru terhadap tokoh yang sering kali dikesampingkan dalam sejarah gereja.

 

Elly Elly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PERKUMPULAN WARTAWAN NASRANI INDONESIAAlamat
LOKASI KAMIDi mana menemukan kami
https://pewarna-id.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
VISITORPengunjung




BERLANGGANANSosial Media Perkumpulan Wartawan Nasrani Indonesia
AVANTAGEHeadquarters
Organically grow the holistic world view of disruptive innovation via empowerment.
OUR LOCATIONSWhere to find us
https://pewarna-id.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.

Copyright by Pewarna Indonesia. All rights reserved.

Copyright by Pewarna Indonesia. All rights reserved.