Bandung, 23 Desember 2025 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung sukses menggelar acara “Rangkaian Doa Membangun Harmoni Kota Bandung Utama” pada Selasa (23/12/25). Bertempat di Pendopo Kota Bandung, acara ini dihadiri oleh ratusan perwakilan hamba-hamba Tuhan dari berbagai lembaga Kristen dan aras-aras gereja, termasuk PGPK, PGIS, JDS, Ministry Leaders, dan Youth Leaders.
Kegiatan dimulai tepat waktu dengan Doa Pembukaan oleh Pdt. Yohan Purwanto, diikuti dengan sesi pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh MC, Bapak Ruddy Wijaya. Rangkaian doa ini mencakup berbagai pokok penting bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa serta kota:
• Mitigasi Bencana: Pdt. Yohan Purwanto berdoa agar pemerintah mampu mengatasi bencana di berbagai wilayah dan meningkatkan mitigasi bencana sehingga masyarakat siap siaga.
• Kerukunan Umat Beragama: Pdt. Jeane Barus mendoakan agar Indonesia yang beragam budaya dan agama dapat menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai demi kemajuan.
• Pendidikan: Pdt. Puji memimpin doa agar Pendidikan di Indonesia dapat maju dan siap berdaya saing sesuai tantangan zaman.
• Perekonomian: Pdt. Martinus G. Radja mendoakan kemajuan perekonomian Indonesia.
• Tiga Kekuasaan Negara: Doa terakhir dibawakan oleh Ibu Mayor Amelia dari Bala Keselamatan bagi Eksekutif (pemerintah), Legislatif, dan Yudikatif agar dapat bekerjasama membawa kemajuan dan kesejahteraan.
Rangkaian doa diakhiri setelah seluruh peserta menyanyikan lagu pujian bagi bangsa Indonesia, dan ditutup oleh Ps. Yohanes Sudarmadji.
Setelah rangkaian doa, Walikota Bandung, H. Muhammad Farhan, tiba di lokasi dan disambut hangat oleh seluruh peserta. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penyampaian sambutan dari berbagai tokoh:
• Pdt. Yosafat Simatupang (Ketua Umum PGIS Kota Bandung): Membahas tema Natal Nasional “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,” beliau menekankan peran penting keluarga sebagai unit dasar di mana keselamatan dan pemulihan bekerja, mengambil refleksi dari kisah Yusuf dan Maria.
• Pdm. Nehemia Tony Saputra (Ketua Umum PGPK Bandung): Menyampaikan bahwa doa adalah bentuk pernyataan iman bahwa Tuhan berdaulat atas Kota Bandung. Beliau juga memaparkan kontribusi PGPK melalui program “Great Bandung” yang berfokus pada edukasi sampah, termasuk program tahunan Bazzar Bayar Pakai Sampah bekerja sama dengan Pemkot Bandung.
• KH. Wahyul Afif Al Ghafiqi/Kyai Mako (Panitia Penyelenggara & Wakil Ketua FKUB): Menyatakan bahwa doa bersama ini merupakan rangkaian doa lintas agama yang diselenggarakan di Kota Bandung, menunjukkan kepedulian dan kerukunan umat beragama sebagai modal utama pembangunan dan kemajuan kota.
• Walikota Bandung, H. Muhammad Farhan: Dalam sambutannya, Walikota menegaskan perlunya menjunjung tinggi kebebasan beragama sebagai hak individu yang dijamin UUD RI. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan mengesampingkan perbedaan demi kemajuan kota. Walikota juga menyoroti fokus Pemerintah Kota Bandung untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, bahkan hingga tingkat RW, dengan berkantor di kelurahan. Beliau menutup dengan ajakan untuk bekerjasama dan berdoa bersama demi Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.
Sambutan juga disampaikan oleh Pembimas Kristen Jawa Barat Bapak Harapan Nainggolan. Dalam sukacita ini, mari kita renungkan pesan mendalam “Tanpa kesederhanaan, kita mungkin merayakan Natal, namun tidak merayakan kelahiran Yesus Kristus”, ucapnya.
Dan Wakil Ketua FKUB Kota Bandung Kyai H. Macko juga memberikan sambutan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama antara umat beragama dan pemerintah dalam membangun harmoni dan kemajuan Kota Bandung.

